Breaking

Cegah Perkawinan Usia Anak, Sosialisasi Bangga Kencana di Bayah Tekankan Kesiapan Berkeluarga

LINTASSUARAINDONESIA.COM — Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, menekankan pentingnya kesiapan berkeluarga sejak usia remaja. Edukasi ini mendorong generasi muda memahami tanggung jawab pernikahan, mencegah perkawinan usia anak, serta mempersiapkan kemandirian ekonomi sebelum membangun rumah tangga.

Dalam kegiatan tersebut, Tuti Nurhasiah hadir sebagai narasumber dan mengingatkan peserta bahwa pernikahan membutuhkan persiapan matang, bukan sekadar keputusan untuk membangun rumah tangga.

Menurut Tuti, setiap calon pasangan perlu memahami tanggung jawab keluarga, mempersiapkan kondisi fisik dan mental, menjaga kesehatan reproduksi, serta merencanakan kemampuan ekonomi. Pemahaman tersebut menjadi bekal untuk membangun keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera.

Pencegahan perkawinan usia anak menjadi salah satu perhatian dalam sosialisasi tersebut. Edukasi yang tepat dapat membantu remaja, orang tua, dan masyarakat memahami pentingnya kesiapan menikah serta risiko yang dapat muncul ketika seseorang memasuki kehidupan rumah tangga sebelum memiliki kesiapan yang memadai.

Upaya ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Orang tua perlu mendampingi anak, membangun komunikasi terbuka, serta memberikan informasi yang tepat mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan masa depan.

Melalui pendampingan tersebut, remaja diharapkan mampu mengambil keputusan secara bijaksana dan mempertimbangkan aspek kesehatan, psikologis, sosial, serta ekonomi sebelum membangun keluarga.

Tuti Nurhasiah juga menekankan bahwa calon pasangan perlu mempersiapkan berbagai aspek kehidupan sebelum menikah. Persiapan tersebut mencakup kesehatan fisik, kematangan mental dan emosional, kemampuan finansial, kehidupan sosial, nilai moral dan spiritual, serta keterampilan mengelola rumah tangga.

Bekal tersebut membantu pasangan menghadapi persoalan keluarga, menyelesaikan perbedaan secara bijaksana, dan menjalankan tanggung jawab bersama. Pemahaman tentang kesehatan reproduksi juga mendukung pasangan dalam merencanakan kehamilan dan kehidupan keluarga secara sehat serta bertanggung jawab.

Dengan persiapan yang menyeluruh, pasangan diharapkan mampu menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Selain kesiapan mental dan kesehatan, kemandirian ekonomi turut menentukan kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, calon pasangan perlu menyusun perencanaan keuangan dan memahami cara mengelola pengeluaran rumah tangga.

Pasangan juga perlu membangun tanggung jawab ekonomi berdasarkan kemampuan dan kesepakatan bersama. Langkah ini mendorong mereka memenuhi kebutuhan keluarga secara mandiri tanpa sepenuhnya bergantung pada orang tua.

Pengelolaan keuangan yang baik dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan dasar, mendukung pendidikan anak, meningkatkan kualitas pengasuhan, dan menjaga kesejahteraan seluruh anggota keluarga.

Pembangunan keluarga berkualitas menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa. Keluarga berperan memberikan pengasuhan, pendidikan, perlindungan, dan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak secara sehat.

Karena itu, pemerintah, orang tua, dan masyarakat perlu memperkuat edukasi Bangga Kencana secara berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perencanaan keluarga sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, narasumber dan peserta juga berdialog mengenai kehidupan keluarga serta perencanaan jumlah anak. Diskusi interaktif ini memberikan ruang bagi peserta untuk menghubungkan materi sosialisasi dengan pengalaman sehari-hari.

Melalui sosialisasi Bangga Kencana, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa membangun keluarga membutuhkan pengetahuan, persiapan, dan tanggung jawab bersama. Persiapan sejak remaja menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

(Lif)

Tinggalkan komentar