Breaking

11 Hari Dilalap Api, Kebakaran TPA Jatiwaringin Akhirnya Berhasil Dipadamkan Total

Lintassuaraindonesia.com – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memastikan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, yang sempat menjadi perhatian nasional, akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Kebakaran yang berlangsung selama 11 hari itu melahap area TPA milik Pemerintah Kabupaten Tangerang sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim gabungan.

“Per hari ini pukul 15.00 WIB, setelah dilakukan survei hingga ke titik-titik yang sebelumnya terbakar, kondisinya sudah benar-benar padam,” kata Maesyal Rasyid, Sabtu (11/7/2026).

Meski api telah padam, Maesyal menegaskan petugas gabungan masih akan melakukan proses pendinginan dan pembasahan di seluruh area TPA sesuai arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

“Kami masih terus melakukan pendinginan dan penyiraman hingga 14 Juli 2026 sesuai masa tanggap darurat yang telah ditetapkan sebagai langkah antisipasi agar benar-benar tidak ada lagi potensi kebakaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan mengevaluasi kembali status tanggap darurat setelah seluruh proses pendinginan selesai dilakukan.

“Setelah itu kami akan melakukan evaluasi kembali apakah status tanggap darurat perlu diperpanjang atau dinyatakan selesai,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan, Suharyono, menyebut api sebenarnya telah berhasil dipadamkan sejak Kamis (10/7/2026) malam. Berdasarkan hasil pemantauan, tidak ditemukan lagi titik panas (hotspot) di lokasi kebakaran.

“Alhamdulillah, perkembangan hotspot hingga tadi malam sudah clear, tidak ada lagi titik panas. Artinya kebakaran telah selesai,” kata Suharyono.

Menurutnya, keberhasilan mengakhiri kebakaran TPA Jatiwaringin merupakan hasil kerja sama seluruh unsur yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, BNPB, TNI, Polri, hingga relawan.

“Persoalan sampah bukan hanya menjadi masalah Kabupaten Tangerang, tetapi juga tantangan bersama di Indonesia. Penanganannya membutuhkan kolaborasi semua pihak,” ujarnya.

Hal senada disampaikan perwakilan BNPB, Riswandi, yang memastikan hasil pemantauan menggunakan drone thermal tidak lagi menemukan titik api maupun hotspot di kawasan TPA Jatiwaringin.

“Berdasarkan hasil pemantauan drone thermal yang dilakukan semalam, sudah tidak ada lagi titik api ataupun hotspot di TPA Jatiwaringin,” ungkap Riswandi.

Ia menjelaskan, operasi penanganan kini memasuki tahap pemulihan dengan fokus pada pembasahan dan pendinginan tumpukan sampah agar tetap lembap dan tidak memicu kebakaran susulan.

“Kami tidak lagi melakukan operasi water bombing. Fokus selanjutnya adalah pembasahan dan pendinginan agar tumpukan sampah tetap lembap sehingga tidak memicu kebakaran kembali,” pungkasnya.

(Kar)

Tinggalkan komentar