Breaking

Proyek Jalan di Desa Pangkalan Tak Sesuai Spesifikasi, Aktivis: Desak Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Turun Tangan

Lintassuaraindonesia.com Aktivis mahasiswa mendesak Ketua DPRD Kabupaten Tangerang agar turun tangan menjalankan fungsi pengawasan Proyek pembangunan jalan di Kampung Sukasari, Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Mereka menduga pelaksanaan proyek tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. (8/8/2026)

Aktivis mahasiswa menyoroti metode pengerjaan jalan yang sebelumnya menggunakan paving block. Mereka menduga pelaksana hanya menambahkan material di atas permukaan jalan lama sebelum melakukan pengecoran.

“Pekerja menimpa jalan tersebut lalu langsung melakukan pengecoran tanpa terlebih dahulu membongkar paving block.” Ucap Gandi Sadewa.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait metode pelaksanaan pekerjaan dan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam perencanaan proyek.

“Pekerjaan konstruksi seharusnya tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga memastikan setiap tahapan pengerjaan memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan,” Lanjutnya.

Sorotan semakin menguat karena proyek jalan tersebut menggunakan anggaran pagu anggota DPRD dan bersumber dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) salah satu anggota DPRD Kabupaten Tangerang.

Gandi menegaskan, keterkaitan proyek dengan Pokir anggota dewan tidak boleh mengendurkan fungsi pengawasan. Setelah pemerintah memasukkan proyek tersebut ke dalam program pembangunan dan menggunakan APBD, pelaksana tetap wajib memenuhi perencanaan teknis serta ketentuan yang berlaku.

Karena itu, Gandi mendesak Ketua DPRD Kabupaten Tangerang turun tangan memastikan fungsi pengawasan berjalan secara objektif.

“Kalau benar proyek ini berasal dari Pokir salah satu anggota dewan, justru harus semakin transparan. Ketua DPRD harus memastikan proyek tersebut tidak hanya terealisasi secara administratif, tetapi juga memiliki kualitas pekerjaan yang sesuai standar,” tegasnya.

Menurut Gandi, masyarakat berhak mengetahui apakah metode pembangunan yang diterapkan benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan pemerintah.

“Jangan sampai karena jalan sudah terlihat bagus setelah dicor, kemudian persoalan kualitas dianggap selesai. Kita harus lihat bagaimana proses pengerjaannya dan apakah hasil akhirnya sesuai dengan spesifikasi,” katanya.

Aktivis mahasiswa meminta Ketua DPRD Kabupaten Tangerang memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Mereka juga mendorong pihak terkait membuka informasi dan melakukan klarifikasi mengenai metode serta kualitas pekerjaan.

“Kalau memang sesuai spesifikasi, buktikan melalui pemeriksaan teknis. Kalau ditemukan ketidaksesuaian, jangan dibiarkan,” Tutur Gandi.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut hingga DPRD mengambil langkah nyata. Gandi juga menyebut, mereka akan mengawal isu itu melalui aksi penyampaian pendapat di muka umum secara damai sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Apabila Ketua DPRD mengabaikan tuntutan tersebut, kami akan memperluas konsolidasi bersama elemen mahasiswa, organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat Kabupaten Tangerang,” pungkasnya.

(Lif)

Tinggalkan komentar