Breaking

Stop Bullying ! Mahasiswa Universitas Yatsi Madani Edukasi Siswa SDN Curug Sangereng

LINTASSUARAINDONESIA.COM — Kelompok KKN INOVARA Universitas Yatsi Madani menggelar sosialisasi Stop Bullying di SDN Curug Sangereng, Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Selasa (11/8/2026).

Mahasiswa yang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Curug Sangereng itu mengajak siswa kelas 4 hingga kelas 6 memahami bahaya bullying dan cara mencegahnya.

Wakil Ketua KKN INOVARA, Furqon Alfabiansyah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa memberikan edukasi kepada siswa mengenai bahaya bullying serta pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai.

“Kami ingin siswa memahami bahaya bullying sekaligus berani mencegah dan menghadapinya,” ujar Furqon Alfabiansyah.

Selama sekitar 1–2 jam, mahasiswa KKN INOVARA mengedukasi siswa mengenai pengertian dan bentuk bullying, dampaknya terhadap korban, cara menghadapi tindakan bullying, serta perbedaan antara candaan dan perilaku yang dapat menyakiti orang lain.

“Materi kami sampaikan secara interaktif agar siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga berani berdiskusi dan menyampaikan pendapat.”

Seluruh anggota KKN INOVARA terlibat sebagai pemateri. Mereka mengemas sosialisasi secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, hingga kegiatan menulis pengalaman.

“Antusiasme siswa terlihat dari keberanian mereka menjawab pertanyaan dan terlibat aktif dalam diskusi.”

Mahasiswa juga mengajak siswa mengikuti aktivitas “Pohon Harapan”. Dalam kegiatan tersebut, siswa menuliskan pengalaman bullying yang pernah mereka alami pada secarik note. Mereka kemudian menempelkan note tersebut pada gambar pohon yang dibuat KKN INOVARA di papan tulis.

“Melalui Pohon Harapan, siswa mendapat ruang untuk menceritakan pengalaman bullying yang pernah mereka alami.”

Aktivitas itu memberi ruang kepada siswa untuk menceritakan pengalaman sekaligus merefleksikan dampak bullying yang pernah mereka rasakan.

“Kegiatan ini membantu siswa mengenali pengalaman bullying sekaligus memahami dampaknya terhadap diri mereka.”

Pihak SDN Curug Sangereng turut mendukung kegiatan tersebut dengan memberikan izin dan mendampingi mahasiswa selama sosialisasi berlangsung. Dukungan sekolah membantu mahasiswa menciptakan ruang yang aman bagi siswa untuk belajar dan menyampaikan pengalaman.

“Dukungan pihak sekolah menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang belajar yang aman bagi siswa.”

Melalui sosialisasi itu, mahasiswa menegaskan bahwa bullying bukan sekadar candaan ketika tindakan tersebut menimbulkan rasa sakit, takut, atau tidak nyaman bagi orang lain.

“Bullying bukan candaan jika sudah menimbulkan rasa sakit, takut, atau tidak nyaman bagi orang lain.”

Setelah mengikuti kegiatan, siswa menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang bullying dan menyatakan komitmen untuk saling menghargai.

“Sosialisasi ini mendorong siswa untuk saling menghargai dan berkomitmen mencegah bullying.”

Kelompok KKN INOVARA berharap edukasi tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun lingkungan sekolah yang aman dan bebas bullying. Mahasiswa juga mendorong siswa agar berani mencegah bullying serta membangun pertemanan dengan sikap saling menghargai dan menyayangi.

“Kami berharap edukasi ini menjadi langkah awal membangun lingkungan sekolah yang aman dan bebas bullying.”

Program Stop Bullying menjadi salah satu kontribusi KKN INOVARA dalam memberikan edukasi karakter kepada anak-anak di Desa Curug Sangereng.

“Program Stop Bullying menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi karakter kepada anak-anak.”

Melalui pendekatan interaktif, mahasiswa mengajak siswa memahami bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas bullying membutuhkan kepedulian serta keberanian seluruh pihak.

“Menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas bullying merupakan tanggung jawab bersama.”

(Lif)

Tinggalkan komentar