Breaking

KKN INOVARA UYM Berakhir, Tiga Program Tinggalkan Jejak Nyata di Curug Sangereng

LINTASSUARAINDONESIA.COM – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) INOVARA Universitas Yatsi Madani (UYM) menutup pengabdian di Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, dengan meninggalkan tiga program yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat.

Selama 1–30 Agustus 2026, mahasiswa mengusung tema “Tumbuh Bersama, Berdampak Nyata” dan mengimplementasikannya melalui tiga program utama, yakni digitalisasi UMKM, peta profil desa, dan pembangunan Saung Baca.

Ketiga program tersebut tidak sekadar menjadi rangkaian kegiatan KKN. Mahasiswa merancangnya agar masyarakat dapat terus memanfaatkannya setelah mahasiswa kembali ke kampus.

Wakil Ketua Kelompok INOVARA, Furqon Alfabiansyah, mengatakan mahasiswa menggelar penutupan dalam dua agenda pada 28–29 Agustus 2026.

Agenda pertama berlangsung di Kantor Desa Curug Sangereng pada 28 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB. Mahasiswa bersama pemerintah desa meluncurkan Peta Profil Desa Curug Sangereng melalui prosesi gunting pita.

“Kami tidak ingin peta profil desa hanya menjadi simbol. Peta tersebut dapat menjadi salah satu media informasi kewilayahan yang membantu masyarakat mengenali potensi dan kondisi wilayah Desa Curug Sangereng.” Kata Furqon.

Mahasiswa kemudian melanjutkan rangkaian penutupan pada 29 Agustus 2026 sekitar pukul 20.00 WIB di Lapangan Tenis RT 001/002 yang selama KKN menjadi posko kelompok INOVARA. Sejumlah unsur masyarakat menghadiri kegiatan tersebut, mulai dari RT dan RW, Ketua BPD, Karang Taruna, para ustaz, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar.

Pada agenda tersebut, mahasiswa meresmikan Saung Baca yang mereka bangun selama menjalankan KKN. Furqon menegaskan pembangunan Saung Baca menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa di bidang pendidikan.

“Kami ingin Saung Baca ini menjadi ruang yang benar-benar digunakan masyarakat, terutama anak-anak. Prosesi gunting pita menandai dimulainya pemanfaatan fasilitas ini oleh warga, bukan sekadar seremoni penutupan KKN” ujarnya.

Saung Baca tersebut menyediakan ruang bagi anak-anak dan masyarakat untuk membaca, belajar, serta menjalankan kegiatan edukatif di lingkungan sekitar.

“Kami berharap masyarakat dapat menjaga dan mengembangkan Saung Baca ini.” lanjut Furqon.

Selain bidang pendidikan, kelompok INOVARA juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi melalui program digitalisasi UMKM. Mahasiswa membantu pelaku usaha membangun kehadiran digital agar masyarakat lebih mudah menemukan informasi mengenai usaha dan produk yang mereka tawarkan.

“Kami ingin UMKM di Curug Sangereng tidak hanya mengandalkan pemasaran secara konvensional. Kehadiran digital dapat membuka akses yang lebih luas agar produk mereka lebih mudah ditemukan masyarakat” ungkap Furqon.

Selama menjalankan KKN, mahasiswa INOVARA juga menggelar berbagai kegiatan di bidang pendidikan, keagamaan, sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan.

Furqon mengatakan mahasiswa menyusun kegiatan berdasarkan kondisi dan kebutuhan yang mereka temukan melalui interaksi langsung dengan masyarakat.

“Kami datang bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik. Kami berusaha membaca kebutuhan masyarakat, kemudian menerjemahkannya menjadi program yang bisa memberikan manfaat nyata” tegasnya.

Dengan berakhirnya KKN, mahasiswa INOVARA berharap tiga program utama tersebut tidak berhenti sebagai catatan kegiatan pengabdian.

Mereka mendorong masyarakat dan pemerintah desa untuk menjaga, menggunakan, serta mengembangkan hasil program agar manfaatnya terus berjalan.

“KKN memang selesai, tetapi dampaknya jangan ikut selesai. Kami berharap masyarakat dapat terus memanfaatkan dan mengembangkan program yang sudah kami tinggalkan sesuai kebutuhan Desa Curug Sangereng” pungkas Furqon.

(Lif)

Tinggalkan komentar